Sabtu, 13 Oktober 2018

REAKSI vs RESPON


CEO Google, Sundar Pichai mulai banyak dikenal orang setelah menjabat pimpinan tertinggi raksasa perusahaan Google. Pichai terlahir di Tamil Nadu, India pada tahun 1972. Pichai dikenal oleh karyawan Google sebagai seseorang yang selalu berhasil merealisasikan rencana menjadi kenyataan. Beberapa proyek dia yang sukses yakni browser Chrome dan Android

Sundar Pichai memang dikenal sebagai orang yang ramah, cerdas, dan pekerja keras. Ada sebuah kisah inspiratif dari pidato oleh Sundar Pichai kepada anak buahnya. Dia berpidato tentang kecoa. Kisah inspiratif dibalik kecoa yang menjijikkan.

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita. Dia mulai berteriak ketakutan. Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut. Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik. Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi, kecoa itu mendarat di pundak wanita lain dalam kelompok.

Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama. Seorang pelayan wanita bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka. Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan wanita. Pelayan wanita berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya. Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkannya keluar dari restoran.

Menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, antena pikiran saya mengambil beberapa pemikiran dan mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka?

Jika demikian, maka mengapa pelayan wanita tidak terganggu?

Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.

So, para hadirin.. CEO dari India ini kemudian bertanya:

“Lalu apa yang bisa saya dapat dari kejadian tadi?”

Ia melanjutkan pidatonya..

“Dari tempat saya duduk, saya berpikir..

Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa?

Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana cafe jadi kacau.

Kecoa memang menjijikkan.
Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.

Begitupun juga dengan masalah.

Macet di jalanan, atau istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak penurut, target yang besar, deadline yang ketat, customer yang demanding, tetangga yang mengganggu, dsb.

Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan. Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapi yang membuatnya demikian. Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Di situ saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu. Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.
Apa hikmah dibalik kisah inspiratif dari pidato ini?

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon. Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik. Sebuah cara yang indah untuk memahami HIDUP. Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam kehidupannya. Dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya benar..!

Itulah kira-kira hikmah yang dapat diambil dari sebuah kisah inspiratif dari pidato CEO Google, Sundar Pichai.

"Masalah adalah sebuah masalah ..... RESPON kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah ...."

ZUHUDNYA PARA NABI DAN RASUL


Salah satu sifat para Nabi dan Rasul yang menarik dikaji yaitu sifat zuhud, terambil dari huruf (زهد) yang artinya meninggalkan atau tidak menyukai. Menurut Ibnu Qayyim, zuhud adalah terbebasnya hati dari belenggu dunia. Hingga seorang yang zuhud akan berupaya maksimal untuk meraih derajat-derajat akhirat.

Perbedaan zuhud dan wara' adalah bahwa zuhud itu berarti meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat di akhirat, sedangkan wara' yaitu meninggalkan segala sesuatu yang dikhawatirkan akan menjadi akibat terjadinya mudharat atau kerugian di akhirat. Kerena itu,  hati yang senantiasa mengikuti keinginan syahwat tidak layak menyandang gelar zuhud.

Ulama shalihin terdahulu tidak luput perhatiannya mengkaji amalan hati ini, dengan menulis kitab tentang hal tersebut, seperti Abdullah bin Mubarak, Wak'i guru Imam Syafi'i, hingga Imam Ahmad Ibnu Hambal secara rinci menjelaskan dalam bukunya berjudul ZUHUD.

Imam Ahmad mengurainya dalam tiga bentuk zuhud yaitu:

1. Zuhud dengan meningalkan yang haram; hal ini adalah zuhudnya orang awam

2. Zuhud dari berlebihan dari perkara halal; hal ini adalah zuhudnya segelintir orang tertentu (khawas)

3. Zuhud dengan cara meninggalkan segala sesuatu yang dapat memalingkan diri dari mengingat Allah; inilah zuhud orang-orang yang mengenal Allah SWT (maqam tertinggi)

Zuhud tidak bertentangan dengan banyaknya harta, tingginya pangkat atau kekuasaan, hingga memiliki beberapa istri. Sebab Rasulullah Saw, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman As adalah contoh teladan yang memiliki semua kenikmatan yang lebih, sementara mereka semua adalah pelopor dan pengamal sifat zuhud.

Jadi zuhud tidak relevan dipertentangkan dengan kenikmatan, hanya saja sikap seseorang dengan nikmat itu erat kaitannya dengan zuhud. Artinya harta, pangkat dan popularitas tidak membuat ia jauh dari Penciptanya. Bahkan dijadikan ladang amal baginya seperti yang dilakukan Nabi Sulaiman alayhis salam, Daud alayhis salam dan Nabi Muhammad shallallahu alayhi wasallam.

Ali bin Abu Thalib r.a berucap, "Barang siapa yang mengumpulkan enam tabiat, maka dia tidak perlu bersusah payah untuk menuntut surga dan menghindar dari neraka, tabiat itu adalah:  

pertama, mengenal Allah SWT, lalu menaati-Nya,

ke-2, mengetahui setan lalu menentangnya,

ke-3, mengetahui kebenaran lalu mengikutinya,

ke-4, mengetahui kebatilan lalu meninggalkannya,

ke-5, mengetahui hakikat dunia lalu menolaknya,

ke6, mengetahui hakikat akhirat lalu berusaha meraihnya."

Kisah zuhudnya Nabi Sulaiman a.s yang memiliki seribu rumah dengan atap kristal dan lantai baja. Suatu ketika ia mengendarai angin melewati pembajak kebun. Si petani dengan lirih berucap, 'Keluarga Daud dikaruniai sebuah kerajaan yang hebat'. Angin yang berhembus membawa suara itu, hingga didengar oleh Nabi Sulaiman AS kemudian memutar balik haluannya menemui petani yang takjub padanya.

Nabi Sulaiman berkata, 'Aku mendengar ucapanmu tadi, hanya saja aku melintas di sini agar engkau tidak mengharapkan sesuatu tidak mungkin kau bisa raih. Sungguh, satu kali TASBIH yang diterima Allah itu lebih baik dari pada segala anugrah yang diberikan kepada keluarga Daud. 'Si Pembajak itu lalu berdoa untuknya, 'Semoga Allah menghilangkan kegelisahanmu, sebagaimana engkau menghilangkan kegelisahanku.' "

ZUHUD BUKAN BERARTI TIDAK BERHARTA DAN BERKUASA, NABI SULAIMAN DAN DAUD ADALAH DUA CONTOH HAMBA YANG ZUHUD WALAUPUN BERHARTA DAN BERTAHTA...

Kajian Da'i Kamtibmas seri 274
Writer: Hamka Mahmud

Rabu, 21 Februari 2018

Kenapa Pramugari Cerewet Suruh Ini Itu Menjelang Take off dan Landing Saat Naik Pesawat


Pasti udah sering naik pesawat kan?
Tapi pasti kebanyakan orang belum tahu alasan kenapa waktu take off sama landing , pramugari selalu minta untuk tegakin sandaran kursi, tray table nya harus di tutup, penutup jendela harus dibuka, terus yang duduk di deretan pintu harus bebas dari semua tas dan benda lainnya?
 
Jadi, alasannya karena 90% kecelakaan pesawat terjadi saat take off dan landing. 90% kecelakaan pesawat terjadi di 8 menit setelah take-off dan 3 menit sebelum landing. Sehingga disebut juga "Critical Eleven" dan disaat itu terjadi, penumpang cuma punya waktu 90 detik buat keluar dari pesawat. Kalo tidak  keluar, penumpang bisa mati karna berbagai hal, dari smoke inhalation atau kekurangan oxygen, atau pesawat sinking incase of ditching (water landing).

Satu emergency exit di cabin, didesain buat evacuate sekitar 65 orang dalam waktu  1.5 menit itu. Tegakin sandaran apalagi disaat panik, bisa habisin waktu 10 detik, dan disaat evacuation 1 detik itu udah masalah hidup dan mati. Biasakan untuk menegur kalo penumpang didepan kita tidak menegakan sandaran kursinya, karena disaat ada emergency landing, yang bakalan kena dampak adalah orang yg duduk dibelakangnya. Karna bakal trapped (terjebak) dan tidak bisa keluar dari kursi, sedangkan penumpang di depan itu pasti akan lari keluar secepat mungkin supaya bisa selamat.
 
Bukan cuma itu, dalam penerbangan dimalam hari, lampu cabin juga pasti diredupkan? Alasannya sama, karna dalam waktu 90 detik semua penumpang harus keluar maka tidak ada waktu yang boleh terbuang. Disaat mata terbiasa melihat terang kemudian lampu mati, pasti butuh beberapa waktu supaya mata bisa adaptasi dengan pencahayaan yang gelap, maka dari itu lampu sengaja diredupkan supaya mata tidak perlu adaptasi lagi disaat ada emergency landing.

Kalo penutup jendela kabin mesti dibuka itu kenapa?
Di training pilot dan pramugari ada kelas yg namanya "CRMC", jadi kelas tentang komunikasi. Karena 70% lebih kecelakaan pesawat terjadi karna kurang komunikasi antara semua orang, yaitu antara pramugari, pilot maupun penumpang. Dalam penerbangan kita harus gunakan semua info yang ada, termasuk dari penumpang lain. Kaca dibuka supaya penumpang bisa liat keadaan luar. Contoh ada kebakaran di sayap, kapten tidak bisa lihat, pramugari tidak lihat, mungkin justru penumpang yang lihat dan bisa memberikan info supaya bisa secepat mungkin evakuasi. Atau kalo di negara Eropa, kadang sayap pesawat beku karena ada es, penumpang bisa liat dan kasih info supaya kapten tahu dan kita bisa melakukan perbaikan sebelum terbang.

Jadi kesimpulannya,  ikuti instruksi dari pramugari/ranya, karena kalo ada accident, yang akan kena akibatnya adalah penumpang itu sendiri. Jadi jangan main main dengan safety

Senin, 12 Februari 2018

Telaga Ngebel

Telaga Ngebel adalah sebuah danau alami yang terletak di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kecamatan Ngebel sendiri terletak di kaki gunung Wilis. Telaga Ngebel terletak sekitar 30 Km dari pusat Kota Ponorogo atau yang terkenal dengan Kota Reyog. Keliling dari Telag Ngebe sekitar 5 Km. Dengan suhu antara 20-26 derajat Celcius, suhu yang sejuk membuat pengunjung semakin nyaman mengunjungi telaga Ngebel. Pemasok air bagi telaga Ngebel terdiri dari berbagai sumber. Sumber air yang cukup deras dari Kanal Santen.

Telaga Ngebel adalah salah satu objek wisata Ponorogo selain Reyog. Kawasan sekitar Danau Ngebel banyak ditanami pohon durian sehingga dikenal pula sebagai sentra durian untuk kawasan Jawa Timur. Objek wisata lain di wilayah Ngebel selain Telaga Ngebel adalah Air Terjun Toyomarto, Air Terjun Selorejo, Situs Sumber Dukun, Situs Sumber Bethoro, Air Tiga Rasa, sumber air panas Kawah Padaosan yang diyakini masyarakat sekitar bisa menyembuhkan beberapa penyakit kulit.

Legenda Telaga Ngebel

Telaga Ngebel dihubungkan dengan kisah seekor ular bernama Baru Klinting. Ular tersebut merupakan jelmaan dari Patih Kerajaan Bantaran Angin. Kala itu Sang patih sedang bermeditasi dengan wujud ular, dan secara tak sengaja ada seorang warga yang membawa ular jelmaan tersebut ke desa.

Sesampainya di desa, ular jelmaan tersebut hendak dijadikan makanan karena ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum dipotong ular tersebut menjelma menjadi anak kecil, yang kemudian mendatangi masyarakat dan memutuskan membuat sayembara.

Anak kecil itu kemudian menancapkan lidi di tanah, versi lainnya menyebutkan bahwa yang ditancapkan adalah centong nasi. Namun tidak ada yang bisa mencabutnya, hanya anak kecil itu sendiri yang bisa mencabutnya. Dari lubang bekas tertancapnya lidi atau centong teresebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk sebuah telaga. Oleh penduduk setempat telaga tersebut diberi nama Telaga Ngebel artinya telaga yang mengeluarkan bau menyengat.

Legenda Telaga Ngebel konon terkait dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah satu pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Katong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal dengan sebagai Kucur Batoro


Sumber: Tourist Information Centre Kabupaten Ponorogo

Rabu, 07 Februari 2018

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.
 
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.  Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus. Semuanya bersyukur, Alhamdulillah....kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira. Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku. Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab berharap jatuh miskin. Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin. Namun, Masya Allah rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik.
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah kurma busuk. Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa. Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:
 
"Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs.Adz Dzariat, 22 )
 
MESKIPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)
 
Kalau rizki itu diukur dari kerja keras, maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya.
 
Jika rizki itu ditentukan dari waktu kerja maka warung kopi 24 jam-lah yang akan lebih mendapatkanya, bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD.
 
Jika rizki itu  milik orang pintar .maka dosen yg bergelar panjang yang akan lebih kaya.
 
Jika rizki itu karena jabatan maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki  100 orang terkaya di dunia.

 
Rizki itu karena kasih sayang Allah. " Mengejar rizki..jangan mengejar jumlahnya.... Tetapi berkahnya " ( Ali bin Abi Thalib )
 
Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.
 
Kisah diatas sesuai dengan hadist dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

‎مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu. Lafazh hadits ini milik Ibnu Mâjah rahimahullah.

 

Selasa, 02 Januari 2018

Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan?

Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan?
 
Ini salah satu rahasianya, gajinya besar, makan besar hingga cemilan gratis, disediakan tempat tidur siang, disediakan berbagai sarana olahraga dan games, desain kantornya keren banyak spot selfie. Semua Itu memang bikin asyik kerja di google. Tapi ada satu hal yang nggak banyak orang tahu, yang membuat Google menjadi salah satu tempat kerja paling membahagiakan di planet ini.
 
Chad Meng, salah seorang insinyur, salah seorang karyawan senior di Google (dia karyawan no 107) adalah otak yang merancang sebuah program utk menciptakan suasana membahagiakan di Google. Dia menggagas sebuah program untuk karyawan google namanya Search Inside Yourself. Programnya banyak dan unik2. Tapi saya mau share satu aja yang menurut saya simple tapi jleb. Meng mengajarkan sebuah latihan pikiran selama 10 detik saja. Pikirkan dua orang yang ada di ruangan ini, lalu katakan dalam hati "Saya mendoakan dengan tulus agar si A bahagia, Saya mendoakan dengan tulus agar si B bahagia,". Latihan simpel ini ternyata telah mengubah banyak orang. Setiap orang yang sudah mempraktikkan ini akan tersenyum dan merasa lebih bahagia dibanding 10 detik yang lalu.
 
Meng pernah mengajarkan praktik ini di sebuah seminar pada selasa malam. Dia menyarankan kepada audiens untuk mempraktikkannya besok saat kerja. 10 detik setiap jam. Pilih secara acak dua orang yang melintas di kantornya. Karena ini cuma dalam pikiran, tidak ada hal yang menyulitkan atau memalukan. Pada hari Rabu Meng mendapat email dari salah seorang yang mempraktikkan latihan ini: "I hate my work, I hate coming to work every single day. But Inattended your talk on Monday, did the homework on Tuesday, and tuesday was my happiest day in 7 years."
 
Mengapa praktik ini begitu efektif untuk menciptakan suasana bahagia dalam hati?
 
Ketika mempraktikkan latihan ini saya baru sadar bahwa sumber stress adalah karena kita sibuk memikirkan diri kita. Coba cek doa-doa kita, 99% untuk kebaikan, kebahagiaan, kekayaan diri kita sendiri. Kayaknya nggak pernah deh kita menyelipkan doa setelah solat untuk tetangga yang lagi susah, tukang mie tek tek yang malam-malam lewat, atau petugas PLN yang ngecek meteran. Padahal salah satu sumber kebahagiaan itu ternyata adalah melakukan kebaikan untuk orang lain, altruisme. Dan sebaliknya, sumber ketidakbahagiaan adalah selfish, egoisMe, selalu Me Me Me (aku aku aku).
 
Makanya orang yang paling bahagia itu adalah Rasulullah. Hidupnya hanya untuk kebahagiaan orang lain. Doa doa dan harapannya untuk umatnya. Bahkan kata terakhir adalah Ummatii...
 
Dan Rasul juga pernah kasih satu resep kebahagiaan yang mungkin Chad Meng terinspirasi dari sini:
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (saudara seislam [ukhuwah islamiyah], saudara sesama manusia [ukhuwah basyariyah]) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912).

IBUMU SARJANA APA?

Ibuku gelarnya adalah MSi : Master Segala ilmu. Tak terbayang bukan, menjadi ibu yang baik itu harus banyak belajar dan terus belajar, lifelong education istilah kerennya.
 
1. Ibu harus belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya untuk kebutuhan rumah tangga, tabungan, serta menata pemasukan & pengeluaran yang seimbang.
 
2. Ibu harus belajar ilmu Tata Boga, chef, atau perhotelan, belajar mengatur masakan keluarga dengan kreatif, supaya tidak bosan.
 
3. Ibu harus belajar ilmu Keguruan. Ia harus menguasai ilmu yang diajarkan di sekolah dasar, agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dengan PR-nya.
 
4. Ibu harus belajar Agama, karena ibu-lah yang pertama kali mengenalkan anak pada Allah, membangun akhlak yang luhur serta iman yang kokoh.
 
5. Ibu harus belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.
 
6. Ibu harus belajar Farmasi, agar dapat memberi pertolongan awal pada keluarga yang sedang sakit dan menyediakan obat-obatan ketika keadaan darurat.
 
7. Ibu harus belajar Keperawatan, karena beliaulah yang merawat anak/suami ketika sakit, yang menyeka tubuhnya ketika tidak diperbolehkan mandi, mengganti kompres. Ibu adalah perawat yang handal.
 
8. Ibu harus belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk, dll.
 
9. Ibu harus belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dengan baik saat menghadapi anak-anak di setiap jenjang usia, juga sebagai teman curhat suami yang terbaik, ketika suami sedang mengalami masalah.
 
10. Ibu juga bisa cari uang (bekerja) Seandainya ibu harus kuliah dulu, butuh berapa lama? Bisa jadi lebih dari 9 jurusan di atas tadi. Begitu luar biasanya seorang ibu, dengan multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik & menemani anak-anak dan suami tercinta. Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk ibu kita?

PUISI CUMA IBU YANG TAHU

oleh : Khofifah Indar Parawansa
         

Puisi dibacakan oleh Wagub Jabar Bpk. H. Deddy Mizwar dalam sambutan Wisudawan Wisudawati Pondok Pesantren Husnul Khotimah Angkatan Ke-20

Saat Ibu baru saja memejamkan mata.........,
pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya.......,
dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta......
Bagaimana rasanya....?
Cuma Ibu yang tahu rasanya.....

Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja......,
ketika suapan pertama, anak pup dicelana......
Bagaimana rasanya....?
Cuma Ibu yang tahu rasanya.....

Saat badan sudah lelah tak ada tenaga......,
ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada....,
mumpung anak-anak sedang anteng dikamarnya.....
Belum sempat sabunan, anak sudah nangis berantem rebutan boneka.....,
Kacaulah acara mandi Ibu....., langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya....
Bagaimana rasanya?
Cuma Ibu yang tahu rasanya.....,

Saat Ibu ingin beribadah dengan khusuknya.....,
anak-anak mulai mencari perhatian.....,
menarik-narik mukena, mengacak-ngacak lemari baju mumpung lbu tak berdaya....,
Loncat sana loncat sini, punggung Ibu jadi pelana.
Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa...
Bagaimana rasanya?
Cuma Ibu yang tahu rasanya....

Aaah.....,
di balik kerepotan itu semua, namun ada jua syurga didalamnya.

Cuma Ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan....,
pelukan anak....,
Ucapan cinta anak yang tampak sederhana di hadapan orang, namun berubah menjadi intan permata dimata Ibu.....,
Itulah mengapa....?
Saat anak bahagia, Ibu menangis....,
Anak berprestasi, Ibu menangis....,
Anak tidur lelap, Ibu menangis...,
Anak pergi jauh, Ibu menangis...,
Anak menikah, Ibu menangis....,
Anak wisuda TK aja, Ibu menangis...,
Anak tampil di panggung, Ibu menangis....,

Aah....
inikah tangis bahagia yang tak akan dapat dimiliki siapapun jua...,
jika engkau tak mengalaminya sendiri sebagai Ibu...,
mungkinkah ini bagian dari surga milikNya yang diberikan kepada seluruh Ibu, sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa....?

Dan akhirnya saya percaya dimana ada kerasnya perjuangan Ibu di dalam rumah....,
maka disitu akan hadir cahaya surga yang menemani Ibu yang tak kalah indahnya.....,

Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak....,
maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis karena kebaikan yang hadir bersamanya.....

Senin, 01 Januari 2018

NAMAKU UANG

HALLO... KENALKAN

Namaku : UANG...
Nama panggilan : DUIT...
Nama ukhuwah : FULUS...
Nama tenar : MONEY...
Di SUMBAR aku di panggil :  PITIH...
Di jawa di panggil : ARTO'...

Aku tidak kemana-mana, tapi ada di mana2
Wajahku biasa saja...
Fisikku juga lemah...
Namun aku mampu merombak tatanan dunia...
Aku juga "bisa" merubah Perilaku...
Bahkan sifat Manusia...
Karena manusia mengidolakan aku...
Banyak orang merubah kepribadiannya...
Mengkhianati teman...
Menjual tubuh...
Bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku...!!!

Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh dan bejat...
Tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat...
Menentukan kaya miskin dan terhormat atau terhina...
Aku bukan iblis...
Tapi sering orang melakukan kekejian demi aku...!!!
Aku juga bukan orang ketiga...
Tapi banyak suami istri pisah gara-gara aku...
Kakak dan adik beradu dan saling benci karena aku...
Anak dan orangtua berselisih gara-gara aku...!!!

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan...
Tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan...
Bahkan kerap kali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku...
Padahal Tuhan sudah pesan jangan jadi hamba uang...

Seharusnya aku melayani manusia...
Tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku...???
Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun...
Tapi banyak orang rela mati demi aku...

Perlu aku ingatkan...
Aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda...
Tapi tidak mampu memperpanjang hidup anda...!!!

Kalau suatu hari anda di panggil Tuhan...
Aku tidak akan bisa menemani anda...
Apalagi menjadi penebus dosa-dosa anda...
Anda harus menghadap sendiri kepada sang Pencipta lalu menerima penghakiman-NYA...!!!

Saat itu...
Tuhan pasti akan hitung-hitungan dengan anda...
APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dengan baik...
Atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai tuhan kalian...???

INI INFORMASI TERAKHIRKU:
Aku TIDAK ADA DI SURGA...
Jadi jangan cari aku disana...

SARANKU :
1. Jangan terlalu sayang sama aku...!!!

2. Gunakan aku untuk temanmu dalam kubur dengan banyak sedekah berinfak, berzakat, Jangan lupa berdoa, dan beramal agar aku jadi BERKAH di dunia dan akhirat...!!!

ABU HANIFAH DAN TETANGGANYA

Di Kufah, Abu Hanifah mempunyai tetangga tukang sepatu. Sepanjang hari bekerja, menjelang malam ia baru pulang ke rumah. Biasanya ia membawa oleh-oleh berupa daging untuk dimasak atau seekor ikan besar untuk dibakar. Selesai makan, ia terus minum tiada henti-hentinya sambil beryanyi, dan baru berhenti jauh malam setelah ia merasa mengantuk sekali, kemudian tidur pulas. Abu Hanifah yang sudah terbiasa melaksanakan salat sepanjang malam, tentu saja merasa terganggu oleh suara nyanyian si tukang sepatu tersebut. Tetapi, ia diamkan saja. Pada suatu malam, Abu Hanifah tidak mendengar tetangganya itu bernyanyi-nyanyi seperti biasanya. 

Sesaat ia keluar untuk mencari kabarnya. Ternyata menurut keterangan tetangga lain, ia baru saja ditangkap polisi dan ditahan. Selesai shalat subuh, ketika hari masih pagi, Abu Hanifah naik bighalnya ke istana. Ia ingin menemui Amir Kufah. Ia disambut dengan penuh khidmat dan hormat. Sang Amir sendiri yang berkenan menemuinya. 

"Ada yang bisa aku bantu?" tanya sang Amir. 

"Tetanggaku tukang sepatu kemarin ditangkap polisi. Tolong lepaskan ia dari tahanan, Amir, " jawab Abu Hanifah. 

"Baikiah," kata sang Amir yang segera menyuruh seorang polisi penjara untuk melepaskan tetangga Abu Hanifah yang baru ditangkap kemarin petang. 

Abu Hanifah pulang dengan naik bighalnya pelan-pelan. Sementara, si tukang sepatu berjalan kaki di belakangnya. Ketika tiba di rumah, Abu Hanifah turun dan menoleh kepada tetangganya itu seraya berkata, 

"Bagaimana? Aku tidak mengecewakanmu kan?" 

"Tidak, bahkan sebaliknya." Ia menambahkan, "Terima kasih. Semoga Allah memberimu balasan kebajikan." 

Sejak itu ia tidak lagi mengulangi kebiasaannya, sehingga Abu Hanifah dapat merasa lebih khusyu' dalam ibadahnya setiap malam. 

Balaslah keburukan dengan kebaikan

Sumber: Al-Thabaqat al-Saniyyat fi Tajarun al-Hanafiyat, Taqiyyuddin bin Abdul Qadir al-Tammii 
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia 


PERCAKAPAN MUSA DENGAN TUHANNYA

Musa AS: "Oh Tuhan, ajarilah kami sesuatu yang dapat kami gunakan untuk berzikir dan berdoa kepada Engkau."

Tuhan: "Ucapkan Laa Ilaaha Illallaah hai Musa!"

Musa AS: "Oh Tuhan, semua hamba-Mu telah mengucapkan kalimat itu."

Tuhan: "Hai Musa, andaikan langit yang tujuh beserta seluruh penghuninya selain Aku, dan bumi yang tujuh ditimbang dengan Laa Ilaaha Illallaah, niscaya masih berat Laa Ilaaha Illallaah."

Sumber : 1001 Kisah-Kisah Nyata, Ahmad Sunarto

GHASILIL MALAIKAT (ORANG YANG DIMANDIKAN MALAIKAT)

Mekah menggelegak terbakar kebencian terhadap orang-orang Muslim karena kekalahan mereka di Perang Badr dan terbunuhnya sekian banyak pemimpin dan bangsawan mereka saat itu. Hati mereka membara dibakar keinginan untuk menuntut balas. Bahkan karenanya Quraisy melarang semua penduduk Mekah meratapi para korban di Badr dan tidak perlu terburu-buru menebus para tawanan, agar orang-orang Muslim tidak merasa diatas angin karena tahu kegundahan dan kesedihan hati mereka. 

Hingga tibalah saatnya Perang Uhud. Di antara pahlawan perang yang bertempur tanpa 
mengenal rasa takut pada waktu itu adalah Hanzhalah bin Abu Amir. Ayahnya adalah seorang tabib yang disebut si Fasik. Hanzhalah baru saja melangsungkan pernikahan. Saat mendengar gemuruh pertempuran, yang saat itu dia masih berada dalam pelukan istrinya, maka dia segera melepaskan pelukan istrinya dan langsung beranjak untuk berjihad. Saat sudah terjun kekancah pertempuran berhadapan dengan pasukan musyrikin, dia menyibak barisan hingga dapat berhadapan langsung dengan komandan pasukan musuh, Abu Sufyan bin Harb. Pada saat itu dia sudah dapat menundukan Abu Sufyan, namun hal itu diketahui oleh Syaddad bin Al-Aswad yang kemudian menikamnya hingga meninggal dunia sebagai syahid. 

Tatkala perang usai dimana kaum muslimin menghimpun jasad para syuhada dan akan 
menguburkannya, mereka kehilangan usungan mayat Hanzhalah. Setelah mencari kesana kemari, mereka mendapatkannya di sebuah gundukan tanah yang masih menyisakan guyuran air disana. Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam mengabarkan kepada para sahabatnya bahwa malaikat sedang memandikan jasadnya. Lalu beliau bersabda, "Tanyakan kepada keluarganya, ada apa dengan dirinya?" 

Lalu mereka bertanya kepada istrinya, dan dikabarkan tentang keadaannya sedang junub saat berangkat perang. Dari kejadian ini Hanzhalah mendapatkan julukan Ghasilul Malaikat (Orang yang dimandikan malaikat). Wallahu ta'ala 'alam 

Sumber: Sirah Nabawiyah, Syeikh Shafiyyur Rahman Al Mubarakfury 
Oleh: Abu Rumaysa Iwan Sutedi