Rabu, 21 Februari 2018

Kenapa Pramugari Cerewet Suruh Ini Itu Menjelang Take off dan Landing Saat Naik Pesawat


Pasti udah sering naik pesawat kan?
Tapi pasti kebanyakan orang belum tahu alasan kenapa waktu take off sama landing , pramugari selalu minta untuk tegakin sandaran kursi, tray table nya harus di tutup, penutup jendela harus dibuka, terus yang duduk di deretan pintu harus bebas dari semua tas dan benda lainnya?
 
Jadi, alasannya karena 90% kecelakaan pesawat terjadi saat take off dan landing. 90% kecelakaan pesawat terjadi di 8 menit setelah take-off dan 3 menit sebelum landing. Sehingga disebut juga "Critical Eleven" dan disaat itu terjadi, penumpang cuma punya waktu 90 detik buat keluar dari pesawat. Kalo tidak  keluar, penumpang bisa mati karna berbagai hal, dari smoke inhalation atau kekurangan oxygen, atau pesawat sinking incase of ditching (water landing).

Satu emergency exit di cabin, didesain buat evacuate sekitar 65 orang dalam waktu  1.5 menit itu. Tegakin sandaran apalagi disaat panik, bisa habisin waktu 10 detik, dan disaat evacuation 1 detik itu udah masalah hidup dan mati. Biasakan untuk menegur kalo penumpang didepan kita tidak menegakan sandaran kursinya, karena disaat ada emergency landing, yang bakalan kena dampak adalah orang yg duduk dibelakangnya. Karna bakal trapped (terjebak) dan tidak bisa keluar dari kursi, sedangkan penumpang di depan itu pasti akan lari keluar secepat mungkin supaya bisa selamat.
 
Bukan cuma itu, dalam penerbangan dimalam hari, lampu cabin juga pasti diredupkan? Alasannya sama, karna dalam waktu 90 detik semua penumpang harus keluar maka tidak ada waktu yang boleh terbuang. Disaat mata terbiasa melihat terang kemudian lampu mati, pasti butuh beberapa waktu supaya mata bisa adaptasi dengan pencahayaan yang gelap, maka dari itu lampu sengaja diredupkan supaya mata tidak perlu adaptasi lagi disaat ada emergency landing.

Kalo penutup jendela kabin mesti dibuka itu kenapa?
Di training pilot dan pramugari ada kelas yg namanya "CRMC", jadi kelas tentang komunikasi. Karena 70% lebih kecelakaan pesawat terjadi karna kurang komunikasi antara semua orang, yaitu antara pramugari, pilot maupun penumpang. Dalam penerbangan kita harus gunakan semua info yang ada, termasuk dari penumpang lain. Kaca dibuka supaya penumpang bisa liat keadaan luar. Contoh ada kebakaran di sayap, kapten tidak bisa lihat, pramugari tidak lihat, mungkin justru penumpang yang lihat dan bisa memberikan info supaya bisa secepat mungkin evakuasi. Atau kalo di negara Eropa, kadang sayap pesawat beku karena ada es, penumpang bisa liat dan kasih info supaya kapten tahu dan kita bisa melakukan perbaikan sebelum terbang.

Jadi kesimpulannya,  ikuti instruksi dari pramugari/ranya, karena kalo ada accident, yang akan kena akibatnya adalah penumpang itu sendiri. Jadi jangan main main dengan safety

Senin, 12 Februari 2018

Telaga Ngebel

Telaga Ngebel adalah sebuah danau alami yang terletak di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kecamatan Ngebel sendiri terletak di kaki gunung Wilis. Telaga Ngebel terletak sekitar 30 Km dari pusat Kota Ponorogo atau yang terkenal dengan Kota Reyog. Keliling dari Telag Ngebe sekitar 5 Km. Dengan suhu antara 20-26 derajat Celcius, suhu yang sejuk membuat pengunjung semakin nyaman mengunjungi telaga Ngebel. Pemasok air bagi telaga Ngebel terdiri dari berbagai sumber. Sumber air yang cukup deras dari Kanal Santen.

Telaga Ngebel adalah salah satu objek wisata Ponorogo selain Reyog. Kawasan sekitar Danau Ngebel banyak ditanami pohon durian sehingga dikenal pula sebagai sentra durian untuk kawasan Jawa Timur. Objek wisata lain di wilayah Ngebel selain Telaga Ngebel adalah Air Terjun Toyomarto, Air Terjun Selorejo, Situs Sumber Dukun, Situs Sumber Bethoro, Air Tiga Rasa, sumber air panas Kawah Padaosan yang diyakini masyarakat sekitar bisa menyembuhkan beberapa penyakit kulit.

Legenda Telaga Ngebel

Telaga Ngebel dihubungkan dengan kisah seekor ular bernama Baru Klinting. Ular tersebut merupakan jelmaan dari Patih Kerajaan Bantaran Angin. Kala itu Sang patih sedang bermeditasi dengan wujud ular, dan secara tak sengaja ada seorang warga yang membawa ular jelmaan tersebut ke desa.

Sesampainya di desa, ular jelmaan tersebut hendak dijadikan makanan karena ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum dipotong ular tersebut menjelma menjadi anak kecil, yang kemudian mendatangi masyarakat dan memutuskan membuat sayembara.

Anak kecil itu kemudian menancapkan lidi di tanah, versi lainnya menyebutkan bahwa yang ditancapkan adalah centong nasi. Namun tidak ada yang bisa mencabutnya, hanya anak kecil itu sendiri yang bisa mencabutnya. Dari lubang bekas tertancapnya lidi atau centong teresebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk sebuah telaga. Oleh penduduk setempat telaga tersebut diberi nama Telaga Ngebel artinya telaga yang mengeluarkan bau menyengat.

Legenda Telaga Ngebel konon terkait dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah satu pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Katong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal dengan sebagai Kucur Batoro


Sumber: Tourist Information Centre Kabupaten Ponorogo

Rabu, 07 Februari 2018

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.
 
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.  Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus. Semuanya bersyukur, Alhamdulillah....kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira. Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku. Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab berharap jatuh miskin. Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin. Namun, Masya Allah rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik.
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah kurma busuk. Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa. Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:
 
"Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs.Adz Dzariat, 22 )
 
MESKIPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)
 
Kalau rizki itu diukur dari kerja keras, maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya.
 
Jika rizki itu ditentukan dari waktu kerja maka warung kopi 24 jam-lah yang akan lebih mendapatkanya, bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD.
 
Jika rizki itu  milik orang pintar .maka dosen yg bergelar panjang yang akan lebih kaya.
 
Jika rizki itu karena jabatan maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki  100 orang terkaya di dunia.

 
Rizki itu karena kasih sayang Allah. " Mengejar rizki..jangan mengejar jumlahnya.... Tetapi berkahnya " ( Ali bin Abi Thalib )
 
Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.
 
Kisah diatas sesuai dengan hadist dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

‎مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu. Lafazh hadits ini milik Ibnu Mâjah rahimahullah.